Beberapa waktu yang lalu, bersama seorang teman, saya mengunjungi objek wisata Benteng Otanaha. Terletak di atas bukit di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, benteng ini dibangun sekitar tahun 1522 dan baru diresmikan oleh Dirjen Kebudayaan Departemen P&K pada tanggal 10 Februari 1981.
Keberadaan Benteng ini tidak lepas dari sejarah masyarakat Gorontalo. Konon, Benteng ini dibangun atas kesepakatan Raja Ilato (raja yang berkuasa pada waktu itu) dengan Nahkoda Kapal Portugal yang sedang singgah di Pelabuhan Gorontalo karena kehabisan bahan makanan, pengaruh cuaca buruk, dan gangguan bajak laut. Maksud dibangunnya benteng ini adalah untuk untuk memperkuat pertahanan dan keamanan negeri.
Benteng Otanaha terdiri dari 3 bangunan benteng yang masing-masing dinamakan:
-
Benteng Otanaha. Ota artinya benteng. Naha adalah orang yang menemukan benteng tersebut (putra Raja Ilato). Otanaha berarti benteng yang ditemukan oleh Naha
-
Benteng Otahiya. Ota artinya benteng. Hiya akronim dari kata Ohihiya, istri Naha Otahiya
-
Benteng Ulupahu. Ulu akronim dari kata Uwole,artinya milik dari Pahu adalah putera Naha.Ulupahu berarti benteng milik Pahu Putra Naha.
hemm, karna ga baca sejarahnya sebelum berkunjung, jadi pada waktu jalan-jalan ke Otanaha, ga tau deh mana yang Otanaha, Otahiya atau Ulupahu. (lebih lanjut sila baca disini )
menurut situs yang sama, untuk mencapai Benteng Otanaha harus menaiki 348 buah anak tangga. Jumlah anak tangga tidak sama untuk setiap persinggahan. Dari dasar ke tempat persinggahan I terdapat 52 anak tangga; II = 83; III = 53; IV = 89; Benteng = 71 anak tangga
Ugh,, sampai capek naiknya..
Oh yah, Danau Limboto bisa terlihat dari Benteng ini karena lokasinya memang dekat. (back ground foto)
Dan ini nie, pemandangan di atas Benteng:
dan ini adalah Danau Limboto terlihat dari atas... (diambil dari benteng yang paling tinggi, terlihat juga satu benteng yang terletak di sebelah bawah.. (gatau namanya)
Nah, yang paling gondok dari petualangan naek benteng ini adalah : bahwa ternyata, Puncak benteng ini bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor!! jadi ga perlu capek2 menaiki setiap anak tangga mpe bikin lutut menjadi biru-biru! (bagi yang tidak berfikiran bahwa wisata ini adalah termasuk olah raga) tinggal melaju di jalan yang melintas di samping kompleks benteng, sampai deh puncak!! (Hiks, dikerjain deh gw!!)
Untuk menuju kawasan Benteng Otanaha, kita bisa menggunakan sepeda onthel, sepeda motor, atau mobil. Minta tolong Abang Bentor buat nganterin kira-kira mau gak ya?! Emm, nanya abang bentor nya aja deh,, dari pusat kota, ga jauh koq, hanya sekitar 15/20 menitan (tergantung kecepatan motor/goesan :P). Jalannya datar dengan sedikit kelokan.. Oh ya, ada retribusi sebesar Rp. 2000/orang yang akan dipungut di pintu masuk objek (kalo kebetulan ada yang jaga)
Yang menarik dari tempat ini adalah, kita bisa melihat Gorontalo dari ketinggian. Namun tampaknya, kompleks benteng ini kurang begitu terawat. So, nitip usul kepada pihak terkait, agar lebih memperhatikan perawatan salah satu bangunan bersejarah di Provinsi Gorontalo ini untuk mendukung program Visit Gorontalo 2008 :)








