Kamis, 11 September 2008

Benteng Otanaha

Terinspirasi oleh tayangan di salah satu statisun TV swasta kemarin pagi, sejenak saya akan membawa Anda ke salah satu objek wisata di Gorontalo.

Beberapa waktu yang lalu, bersama seorang teman, saya mengunjungi objek wisata Benteng Otanaha. Terletak di atas bukit di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, benteng ini dibangun sekitar tahun 1522 dan baru diresmikan oleh Dirjen Kebudayaan Departemen P&K pada tanggal 10 Februari 1981.

1

Keberadaan Benteng ini tidak lepas dari sejarah masyarakat Gorontalo. Konon, Benteng ini dibangun atas kesepakatan Raja Ilato (raja yang berkuasa pada waktu itu) dengan Nahkoda Kapal Portugal yang sedang singgah di Pelabuhan Gorontalo karena kehabisan bahan makanan, pengaruh cuaca buruk, dan gangguan bajak laut. Maksud dibangunnya benteng ini adalah untuk untuk memperkuat pertahanan dan keamanan negeri.

Benteng Otanaha terdiri dari 3 bangunan benteng yang masing-masing dinamakan:

  1. Benteng Otanaha. Ota artinya benteng. Naha adalah orang yang menemukan benteng tersebut (putra Raja Ilato). Otanaha berarti benteng yang ditemukan oleh Naha

  2. Benteng Otahiya. Ota artinya benteng. Hiya akronim dari kata Ohihiya, istri Naha Otahiya

  3. Benteng Ulupahu. Ulu akronim dari kata Uwole,artinya milik dari Pahu adalah putera Naha.Ulupahu berarti benteng milik Pahu Putra Naha.

hemm, karna ga baca sejarahnya sebelum berkunjung, jadi pada waktu jalan-jalan ke Otanaha, ga tau deh mana yang Otanaha, Otahiya atau Ulupahu. (lebih lanjut sila baca disini )

menurut situs yang sama, untuk mencapai Benteng Otanaha harus menaiki 348 buah anak tangga. Jumlah anak tangga tidak sama untuk setiap persinggahan. Dari dasar ke tempat persinggahan I terdapat 52 anak tangga; II = 83; III = 53; IV = 89; Benteng = 71 anak tangga

Ugh,, sampai capek naiknya..

8

Oh yah, Danau Limboto bisa terlihat dari Benteng ini karena lokasinya memang dekat. (back ground foto)

Dan ini nie, pemandangan di atas Benteng:

3 7

3 5

dan ini adalah Danau Limboto terlihat dari atas... (diambil dari benteng yang paling tinggi, terlihat juga satu benteng yang terletak di sebelah bawah.. (gatau namanya)

4

Nah, yang paling gondok dari petualangan naek benteng ini adalah : bahwa ternyata, Puncak benteng ini bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor!! jadi ga perlu capek2 menaiki setiap anak tangga mpe bikin lutut menjadi biru-biru! (bagi yang tidak berfikiran bahwa wisata ini adalah termasuk olah raga) tinggal melaju di jalan yang melintas di samping kompleks benteng, sampai deh puncak!! (Hiks, dikerjain deh gw!!)

Untuk menuju kawasan Benteng Otanaha, kita bisa menggunakan sepeda onthel, sepeda motor, atau mobil. Minta tolong Abang Bentor buat nganterin kira-kira mau gak ya?! Emm, nanya abang bentor nya aja deh,, dari pusat kota, ga jauh koq, hanya sekitar 15/20 menitan (tergantung kecepatan motor/goesan :P). Jalannya datar dengan sedikit kelokan.. Oh ya, ada retribusi sebesar Rp. 2000/orang yang akan dipungut di pintu masuk objek (kalo kebetulan ada yang jaga)

Yang menarik dari tempat ini adalah, kita bisa melihat Gorontalo dari ketinggian. Namun tampaknya, kompleks benteng ini kurang begitu terawat. So, nitip usul kepada pihak terkait, agar lebih memperhatikan perawatan salah satu bangunan bersejarah di Provinsi Gorontalo ini untuk mendukung program Visit Gorontalo 2008 :)

Selasa, 09 September 2008

Ada yang Masih Inget Mars Projo Taman Sari?

Jadi ceritanya, Bantul mempunyai sebuah Mars (bukan Planet Mars lho yah!! yang dulu (jaman aku SD), populer sekali di kalangan Masyarakat Bantul. sering dilombakan juga deh kayanya. Penggubahnya siapa, aku kurang tahu juga!!


Kalo aku sie ingetnya, Mars ini ada dalam daftar lagu display Grup Drum band SD ku.. >>>>>>>>>


Yang jelas isi Mars ini menerangkan makna Projo Taman Sari yang menjadi slogan Kabupaten Bantul.

Kurang Lebih syairnya seperti ini
(dinyanyikan dengan penuh semangat!!)


Yo Warga Bantul Kita Bersama-sama
Gotong Royong Membangun Desa
(..........fill in the blank!! (lupa.com)...........)
Untuk Jadi Amalan Nyata

Produktif Professional di Segala Karya
Makmur Hijau Lingkungan Kita
Wujudkan Hidup Tertib Aman Sehat Asri
Menuju Cita Masyarakat Pancasila
dengan Bhakti Suci demi Ridho Illahi
Projo Taman Sari Jaya!!

(yang terngiang di telinga setiap kali membayangkan mars ini adalah alunan Bolero + Melodion, dipadukan dengan tabuhan genderang n bass Pasukan Drum Band SD N Bantul III tercinta :)

Minggu, 07 September 2008

Duwh, Kangen ma Makanan Rumah nie...

Sambil menunggu buka puasa, ga ada salahnya khan posting makanan favorit yang hanya bisa ditemukan di rumah (Bantul.red)
  • Sambel Tempe
Menu ini sudah lazim banget dilidahku kawit jaman cilik (sejak dari kecil). Sampai sekarang menu ini hampir selalu dihidangkan oleh Ibu stiap kali aku pulang. Bahan-bahan dan cara memasaknya cukup simpel, tapi yang simpel ini sudah mempunyai cita rasa yang ciamik banget!!
bahannya sederhana :
  1. Tempe (akan lebih baik jika Anda memilih tempe yang dibungkus daun pisang, karena lebih gurih dan tidak hancur sewaktu ditumbuk)
  2. Bumbu sambal : bawang merah, bawang putih, lombok (cabai), gula jawa & garam
cara pembuatannya :
  1. Tempe digoreng garing
  2. Bawang merah, bawang putih & lombok, digoreng hingga layu
  3. haluskan bumbu yang sudah digoreng tadi dengan menggunakan bantuan cowek (cobek) & munthu (ulekan) <<<>
  4. tambahkan garam dan gula merah sesuai selera..
  5. Next, tumbuk/haluskan tempe goreng satu per satu..
  6. Jadi deh,, sambel tempe!! mudah bukan??
*** jika Anda menambahkan tomat dalam bumbu sambel ini, rasanya akan lebih condong ke tempe penyet, bukan sambel tempe yang sebenarnya (menurutku sie :P)

  • Jangan (sayur) Sawah
Kenapa disebut Jangan Sawah?? karena Jangan ini biasa dijadikan menu utama oleh Simbahku untuk ngirim orang-orang yang garap sawah Simbah. Sayur santan ini mempunyai komposisi yang sederhana, hanya terdiri dari tempe yang diiris kecil-kecil, kulit melinjo dan jika suka bisa ditambah rambak. Rasanya seger, tapi lumayan pedas karena ada irisan cabainya. Kami biasa juga menyebutnya dengan istilah Jangan Pelet (Tempe-Kulit). Biasa dihidangkan dengan telur dadar gulung atau bakmi bihun.

  • Jangan Sengek
Masih makanan olahan dari tempe, kalo Jangan sawah tadi cenderung pedas, nah jangan sengek ini disebut juga Jangan Anyep, alias ga pedes. Santan yang dipakai adalah santan kental, dimasak bersama dengan tempe, tahu dan kubis. Bumbunya biasa, bawang merah, bawang putih, dll (ga tau maksudnya :P) Awass!! dalam proses memasak, jangan lupa diaduk-aduk! Jangan sampe mBlondo (santan pecah)!! Buat yang suka masakan pedas, sayur ini enak juga koq, kalo dimakan bersama sambel tomat :)

  • Oseng-Oseng Kates
Kalo yang ini, pepaya muda (yang masih ijo) diseseti (kaya kalo ngirisin buah buat nglotis itu lho!!) tipis-tipis terus dimasak tumis. campurannya daun so/mlinjo, plus hati ayam kalo suka. hemm,, rasanya krenyes-krenyes.. enak banget kalo disajikan bersama nasi yang masih hangat plus tempe goreng!!

  • Jangan Asem Jawa
Nah, sayur ini nie, yang bisa sekalian buat senam muka!! komposisi sayur yang terdiri dari jagung manis, kacang tanah dan daun so/mlinjo ini lumayan memerlukan waktu dalam mengunyah! lebih dari 33 kali, mungkin,, tapi enak rek!! Suegerr!! apalagi kalo dimakan siang-siang!! dan satu lagi!! ga pake pedes kalo ini mah!!

  • Tahu Guling Bu Tjip
Siapakah Bu Tjip itu? he2, tetangga sebelah rumah, yang punya warung Lotek & Tahu Guling. Lumayan terkenal sie, di dusunku & skitarnya
Dan apakah Tahu Guling itu?
Tahu & Tempe Batjem (dimasak kek semur tapi bukan semur!! masaknya pake air, warnanya coklat) yang udah digoreng, diguling-guling dalam bumbu yang khas..
Bumbunya cukup sederhana :
  1. sepotong bawang putih + garam + sdikit kencur + cabai dihaluskan
  2. tambahakan aer panas + kecap ke dalam bumbu tsb
  3. tambahi taburan daun jeruk yang sudah diiris tipis-tipis + brambang (bawang merah goreng)
  4. campurkan irisan tahu & tempe Batjem goreng yang sudah dipotong dadu
  5. tambahkan juga thokolan (kecambah) dan irisan kubis plus irisan tomat
  6. terakhir, taburi irisan daun sledri + brambang goreng + krupuk
lebih enak disajikan siang hari..

  • Bakmi Godhog/Goreng Pak Madio
Pak Madio adalah Penjual Bakmi keliling yang telah keluargaku kenal sejak aku kecil. biasa lewat depan rumah selepas Isya'. Seperti penjual Bakmi kebanyakan, menu yang ditawarkan tidak beragam, hanya Bakmi Goreng, Bakmi Godhog (rebus), Nasi Goreng atau boleh juga pesen Megelangan (nasi+bakmi goreng dimasak bareng). Oh ya, jenis mie yang digunakan adalah Mie putih. Rasanya khas, Pak Madio banget!!! Susah dijelaskan dengan kata-kata.
Cara pembuatannya aku juga tidak terlalu mudeng karena terlalu njlimet!! Kami juga sering meminta bantuan "ndandakke sego" (memperbaiki nasi) pada Pak Madio, yakni nasi putih yang masih tersisa di rumah, minta tolong dibuatin nasi goreng dicampur dengan sedikit Bakmi.
Satu lagi yang bikin khas, Pak Madio ini mempunyai thethenger (pertanda) kalo lewat. Bunyi perpaduan potongan empring (bambu) plus sendok yang dipukul2 di atas empring, selalu diperdengarkan stiap kali Pak Madio ini mangkal. Suaranya kurang lebih seperti ini Tik..Tok.. Tik.. Tok... Mangkanya, Bakmi Pak Madio ini sering juga dijuluki Bakmi Tik Tok.. Dari jauh pun kami udah tau kalo Pak Madio mau lewat. Jadi kalo udah kedengeran bunyi itu dan kami lagi pengen makan bakmi, maka kami keluar rumah, then ngeploki (menepuk tangan) deh. Pak Madio pun akan berjalan mendekati rumah :) Mau coba? Ayo, bertandang ke rumah!!!

Dilihat dari sejumlah menu favorit, boleh disimpulkan kalo aku penggemar Tempe Bungkus Daun Pisang sejati!! Especially, tempe buatan simbahku yang gurihnya tiada tara.. ;)
HIDUP TEMPE!!

Jumat, 05 September 2008

Masihkah Panggilan itu Terdengar??

Berawal sewaktu Aku mengakhiri pembicaraan telepon dengan Ibu, kata2 yang biasa dingendikakke ibu sblum mnutup dg salam adalah:
" Nggih, cah ayu..."

hemm, aku berfikir sejenak,, panggilan itu tetap masih melekat, meski usiaku bukan tergolong anak kecil lagi..

Pada seorang gtalker aku sempat bertanya: "masih sering dipanggil Nang/Le/Ngger, ga sie ma orang tua?"

dia jawab : "engga tuh!!!"

Pffufff........ Bagaimana dengan Anda??


Masihkah Anda memanggil/dipanggil dengan sebutan:

  • Wuk/Wok, (ge)Nduk, (de)Nok, Cah Ayu untuk perempuan
  • Nang, (ke)Lik, (tho)Le, Cah Bagus untuk lelaki
  • Ngger, Mas (mas Pipin, mas Ningrum, etc) untuk universal (both lelaki n perempuan)?

aku masih..

aku masih dipanggil Wok / Cah Ayu (:P) ma Ibuku

masih dipanggil Nduk / Cah Ayu (:P) ma Bapakku

masih dipanggil Nok oleh Simbah n Paklik2-ku

aku pun terkadang masih memanggil Nang/Le pada para adek laki-lakiku (termasuk spupu tentunya) tapi udah jarang manggil Nok/Nduk pada spupu perempuanku..

hemm kira2 panggilan sayang ini akan masih terdengar gag ya, beberapa tahun ke depan?
semoga....

Banjir Lagi?!

Yah, bgitulah!! hari ini kata Banjir populer lagi setelah banjir terakhir yang menggenang di sebagian wilayah Gorontalo akhir tahun kemarin..

Berawal dari hujan yang turun deras sekali mulai menjelang maghrib, menyebabkan beberapa kawasan di kota GTO terendam air. Masjid agung, kompleks perkantoran, perbankan dan pertokoan pun tak luput dari genangan air..
(cieh, bosone ngedap-edapi!! reporter berita bgt ik!!)


kontrakan temen2 kantor juga ada yang kebanjiran termasuk markas besar Genk Motor! Kalo kemarin mereka heboh karena gag sempet sahur, hari ini mereka heboh ngangkatin barang2 ke t4 yang lebih tinggi plus bersiap2 mengungsi dengan dijemput 2 mobil dinas!! yakin deh, om Fajar bsk akan mosting kejadian heboh ini di blognya!! (kalo ga malu!! hehe)

well, how bout me??
kosn n kantor aman..


kronologis kejadiannya seperti ini:
  • sore, Gorontalo mulai diliputi mendung tebal
  • jam lima sore lebih sdikit waktu indonesia tengah, Aku naek becak motor (bentor) dengan tujuan mencari santapan buka puasa
  • dalam bentor hujan gerimis mengundang hingga hujan lumayan sedang


  • sampai TKP hujan masih sedang..
  • nunggu pesenenan dimasakin, hujan bertambah deras
  • pesenan udah siap dibawa pulang,, hujan deras (ga yakin mo jalan pake payung!! untung ada abang bentor yg berenti di depan warung)

  • di dalam bentor : hujan tetep aja deras
  • mampir ATM BRI : hujan deras
  • balik dari ATM BRI : hujan deres banggettt!!!! langit gelap n putih, menandakan hujan merata dimana-mana
  • abang bentor berkata: Eiss,, hujan keras deng anging!!! merata!! nda sbahagian-sbahagian!!! (disini kata "deras" yang mengikuti kata "hujan" biasa dilafalkan dengan kata "keras"??!!.red.. :oh)
  • gw dalam ati (syukur, meski pelan tapi bentor tetep melaju,,, apa jadinya kalo diturunin ditengah jalan!! :waa..... nangis deh!! makasih ye, Om!! (sebutan lazim digunakan disini, untuk menggantikan istilah Pak/Bang)... Ane dah dianter sampe kosn)
  • menikmati sajian buka puasa berupa capcay dan segelas teh tubruk (taburan teh (tanpa disaring) dicampur dengan air panas, dinikmati dengan menambahkan sdikit gula (lebih mantabb pake gula batu) disajikan selagi puanass, rasanya maknyuss!!! cocok untuk selera simbah2 :P)
  • then, menengok ke tempat tidur:
  • jeng.. jeng..jeng.. kyaaaaaaaaaaa!!! sumprit!!! itu bukan ompol!!! kamarku BOTJORR!!!

  • shalat tarawih di rumah

  • nggeser2 spring bed, ngipas2 bagian yang basah..
  • tidur deh...
brangkat ke kantor, tinggal sisa-sisa genangan air semalam di parit depan kosn n kantor,,



di kantor orang2 pada ngebahas soal hujan semalam..

satker masih banyak aja tuh, yang dateng ke kantor..
Smoga banjir segera berlalu di Gorontalo..