Sabtu, 27 September 2008

Bantul I am coming...

sekedar memebritahukan bahwa empunya blog sudah sampai rumah dengan selamat..
terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga satu pemudik ini sampai tujuan..

Kamis, 25 September 2008

Mudik Tlah Tiba..

Yup, tiket sudah ditangan
packing barang, lumayan lah..
packing hati, stil work in process

Mengucapkan:

Selamat mudik bagi para perantau

Selamat Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1429 H bagi Para Handai Taulan
di seluruh penjuru negeri..

Mohon Maaf Lahir dan Bathin..
Smoga kita Kembali ke Suci

From Pasar Sentral to Pasar Senggol

Pfuff,, jelang lebaran volume kerjaan lumayan banyak. Pemangku kepentingan mungkin memanfaatkan moment ini untuk berbondong-bondong berkunjung ke kantor. Antrian banyak banget. Mereka menunggu nomornya dipanggil sampai over time!! jam pulang kantor yang dipangkas stgh jam pada Bulan Ramadhan ini sepertinya tidak terlalu banyak bermakna bagi kami untuk sekedar menikmati ngabuburit.. around

efeknya, rencana buat nyeritain kegiatan di akhir minggu pun lewat deh.. hehe...

hemm,, dalam rangka mempersiapkan mudik, hari Sabtu kemarin, saya dan seorang teman blusukan ke pasar tradisonal di Kota Gorontalo. Namanya Pasar Sentral. Tugas saya simpel, sekedar nemenin empunya hajat yang pengen membeli buah tangan untuk ibunya di rumah..

Gorontalo lumayan terik. Tapi teriknya ga begitu kerasa pas kami sudah berada di atas kendaraan..
Jujur, ini kali pertama saya bertandang ke pasar tsb. Secara, saya ga pernah masak, jadi ya tidak pernah deh merambah ke pasar tradisonal..

Objek perburuan kami adalah ikan asin. Soal ikan, sudah pasti saya ga bisa diandalkan,, sama sekali saya tidak bisa membedakan berbagai jenis ikan.. Apa karena sang ikan belum kenalan ma saya yah?! xpasti Urusan tawar-menawar pun saya bukan jagonya. Saya lebih sering menyerah pada harga yg ditawarkan oleh penjual setelah tawaran harga yang saya ajukan tidak disetujui...

well, setelah memarkir motor dan mulai memasuki area pasar... hemmm aroma khas pasar tradisional mulai tercium.. apalagi pas melintas di deket penjual daging...sedep euy!! ditambah cipratan-cipratan air tirisan daging, makin menambah seru deh petualangan siang itu...


seperti pasar-pasar tradisional lainnya, dagangan yang dijualbelikan di pasar ini pun beragam,,




tak berapa lama, akhirnya kami menemukan kios penjual ikan kering. sayang, kios langganan temen saya tutup.. akhirnya transaksi dilaksanakan di kios sebelahnya. sayang yang kedua adalah ternyata ikan yang dimaksud oleh temen saya ga ada,, ntah baronang/bubara/apa, saya ga terlalu paham bentuknya.. nerd



Dan pilihan ikan pun akhirnya jatuh pada ikan teri, ikan nike dan satu jenis ikan yang saya lupa namanya (padal dah disebutin berulang-ulang loh!! fikir )

(hai ikan, siapakah namamu?)

(kalo ini, si kecil nike)

(ini baru si teri)

well, transaksi pun diakhiri setelah kami membeli skian kilo ikan kering,,
pada waktu berangkat, saya blm ada ingin untuk membeli, tapi setelah sampai di pasar, dan ngeliat temen saya tuh mantebb banget belinya, akhirnya ikut-ikutan beli deh, even cm atu kilo,, (latah mode on)

Then, kami pulang setelah sebelumnya membeli kopi sebagai bahan peredam bau khas ikan asin dalam proses packing,, sampai kosn, ikan dipacking dalam kardus dan siap untuk ditenteng pulang..

Malam pun berselang,,
setelah berbuka dan shalat tarawih, petualangan saya dan seorang teman pun berlanjut.
semula kami ga ada planning kemana-mana kecuali skedar mengisi perut sbg pengganti sahur.. (padal baru skitar jam 10-an tuh..)

Berhubung tempat biasa kami nongkrong sudah penuh, haluan pun diarahkan ke Pusat keramaian Tahunan di Kota Gorontalo yang diselenggarakan tiap tahun mulai tanggal 17 ramadhan. Yupp, pasar itu bernama Pasar Senggol.

Kenapa disebut pasar senggol, mungkin dikarenakan jarak antar stand (kalo boleh dibilang stand) terlalu sempit. Sehingga pembeli satu dan lainnya probabilitas senggol-senggolannya tinggi. (rada hiperbolis sih.. hehe)

hemm, pasar lumayan ramai di hari menjelang akhir Ramadhan ini.. kebanyakan yang dijajakan adalah ragam pakaian, sandal dan alat-alat rumah tangga yang biasa digunakan untuk mempercantik ruangan. barang pecah belah seperti set cangkir dan toples juga ada. kue khas Gorontalo yang bernama Kerawang juga turut di jual..

malam itu, kami hanya selayang pandang, turut berpartisipasi meramaikan tanpa ada niatan untuk membeli..
ada juga permainan ketangkasan melempar bola tenis pada tumpukan kaleng bekas susu, dengan hadiah sebotol soft drink apabila berhasil merobohkan semua kaleng dalam tiga kali lemparan. temen saya mencoba permainan ini, sayang, kurang bgitu berhasil..


Puas mengitari area pasar Senggol, kami pun pulang,, lumayan lah buat olahraga malam peace

Kendaraan diarahkan kembali kepada tujuan awal..
Master Cafe

Rabu, 24 September 2008

Ugh...

heemm apa mau dikata.. tension
pengennya posting,,ihikhik
tapi kerjaan lumayan banyak..banyakckp
maklum mendekati hari raya..sembah
jadi pending posting duwlu neh.....putuscinte

(thx to Om Fajar atas tutorialnya...tepuktangan)

Senin, 22 September 2008

Painting with Light


light1
(asli bukan olah TKP. Objek : berdiri)

light2

(ambilkan bulan bu..)
  • Camera: Canon EOS 40D.
  • teknik pemotretan (pengaturan lensa, pencahayaan, dsb) : entahlah, ga tau pastinya,
  • alat bantu : lilin/senter,
  • ruang pemotretan : gelap cahaya..
(dalam ruang gelap cahaya, kita melukis suatu objek dengan menggunakan cahaya dari senter/lilin. kamera akan merekam lukisan cahaya itu dalam sekian detik pengaturan..)

limboto lake
(satu sore di tepi Danau Limboto)












(orang-orangan sawah)



(all of d photos taken by Mikah with his new camera)
(asli, tanpa efek photoshop, kecuali untuk memperkecil ukuran + nambah frame)